Kegunaan 5 C’s

 

Istilah yang umum digunakan untuk menilai kelayakan usaha ini sesuai pula jika digunakan untuk menilai hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

  • Character

Untuk menilai kelayakan usaha, hal yang paling penting adalah menilai karakter manajemen perusahaan itu, karena sebagus apapun sebuah usaha akan mudah hancur tanpa dilandasi karakter yang kuat. Penilaian karakter memang tidak mudah, karena sesuai dengan sifat individu manusia yang unik, maka perlu adanya pemantauan terhadap karakter ini. Ada orang tertentu yang karakternya sangat kuat, di satu sisi karakter ini sangat bagus karena tidak mudah goyah oleh pengaruh dari luar yang buruk, namun sisi lainnya orang ini juga cenderung keras kepala. Sebagaimana pada tulisan saya sebelumnya, ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menilai karakter ini.

Penilaian karakter ini dapat juga dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana kita menilai teman, menilai pacar ataupun menilai suami/isteri. Mengapa si A lebih condong berteman dengan si B dan tidak terlalu suka dengan si D? Hal ini terkait dengan sifat, pembawaan dan karakter orang tersebut. Seseorang akan lebih mudah berteman dengan orang2 yang mempunyai sifat , minat dan pembawaan yang lebih mirip. Walaupun ada juga orang bisa bersahabat dengan orang lain yang karakternya berlawanan, namun saling melengkapi.

  • Capacity

Penilaian capacity dimaksudkan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mendukung usahanya, misal: apakah mesin2 yang ada telah sesuai untuk mendukung rencana produksi, apa tata letak mesin tak membuat terjadinya bottle neck? Apakah kemampuan karyawan telah sesuai dengan proses bisnis perusahaan tersebut?

Penilaian capacity ini dapat diterapkan pada pacar atau calon suami/isteri. Apakah kemampuannya telah sesuai dengan yang diharapkan? Apakah masih bisa ditingkatkan? Hal ini sangat penting, karena pada dasarnya manusia selalu ingin berubah dan meningkat ke taraf hidup yang lebih baik. Perkawinan yang berhasil apabila masing-masing pasangan mencapai kebahagiaan dan peningkatan kemampuan, entah berupa peningkatan usaha (jika berwirausaha), peningkatan karir, maupun peningkatan keimanan. Keberhasilan ini harus dinikmati oleh masing-masing pasangan, karena apabila yang meningkat karirnya hanya suami dan isteri tidak di upgrade, ini akan membuat jenjang komunikasi semakin lebar, yang berakibat salah satu pihak kurang puas dan mencari kepuasan pada pihak ketiga.

  • Capital

Penilaian capital, adalah bagaimana menilai laporan keuangan dari perusahaan. Apakah perusahaan tadi modal dengkul, apakah masih bisa berkembang? Kita mengenal ada beberapa laporan keuangan: dibuat oleh perusahaan sendiri (oleh akuntan intern perusahaan), dan hasil audit akuntan terdaftar. Dari sisi penilai, laporan keuangan tadi masih perlu diteliti, untuk mengetahui apa yang ada dibalik laporan keuangan tersebut, apa pandangan penilai, dan hasil laporan keuangan yang telah dinilai ini (dilakukan recasting dan judgement, lengkap dengan opini penilai) merupakan dasar untuk menentukan layak tidaknya perusahaan tadi, apabila dia memerlukan pinjaman, atau akan menerbitkan obligasi ataupun yang terkait dengan aksi korporasi (langkah2 perusahaan dibidang keuangan). Dari laporan keuangan ini, kita juga bisa menilai, bagaimana perusahaan mengelola arus kas keluar masuk (cash flow), dan bagaimana cara perusahaan mengelola keuangannya.

Penilaian ini bisa diterapkan untuk menilai pacar, atau calon suami/isteri. Kita sadari ada orang yang bersifat pemboros, namun juga ada yang bersifat ketat terhadap pengeluaran uang. Hal yang paling penting dalam menilai seseorang adalah bagaimana dia mengelola keuangannya, apakah dia sering berhutang, dan apa sebabnya? Apakah karena memang uangnya tidak cukup untuk kehidupan sehari-hari, dan bila jawabannya ya, apa solusinya. Apakah mencari tambahan pekerjaan, atau meningkatkan efisiensi (memperketat ikat pinggang). Kalau saya lebih cenderung untuk berusaha meningkatkan tambahan pemasukan, karena efisiensi akan menurunkan motivasi, dan kurang merangsang cara berpikir kreatif kita.

  • Collateral

Collateral atau agunan, atau jaminan, sangat diperlukan untuk menilai kelayakan suatu usaha. Disini tidak berarti harus mempunyai agunan yang cukup baru dinilai layak, namun yang dimaksudkan jaminan kelayakan adalah jaminan bahwa perusahaan tadi akan mampu melaksanakan janji/komitmen dan pembayaran kembali atas hutang2 yang telah diperjanjikan.

Jika yang dinilai pasangan suami isteri, yang perlu dinilai adalah, apakah si Dia dapat menjamin bahwa janji setianya dapat terpenuhi. Juga apabila digunakan untuk menilai pacar, apakah kita yakin bahwa dia akan mampu menepati janjinya, setia, dan mampu menafkahi keluarganya.

  • Condition

Ini merupakan penilaian atas kondisi perusahaan bilamana terjadi perubahan lingkungan disekitarnya, perubahan kebijakan pemerintah dsb nya. Apakah perusahaan akan tetap survive bila terjadi perubahan politik, peraturan pemerintah, karena kita mengetahui bahwa saat ini tidak ada yang tidak berubah, yang tetap adalah perubahan itu sendiri.

Untuk pacar, memang kita harus mempunyai wawasan jangka panjang apakah si Dia nantinya akan tetap kokoh menghadapi badai perubahan? Perjalanan kehidupan berumah tangga, sama dengan kehidupan perusahaan, akan mengalami pasang surut. Banyak pernikahan yang gagal karena salah satu atau keduanya, tidak sanggup menahan serangan badai, entah perubahan situasi kerja ataupun adanya godaan pihak ketiga.

Kesimpulan:

Penilaian dengan menggunakan 5 C’s selain untuk menilai perusahaan, dapat juga dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi yang belum berumah tangga, penilaian terhadap pasangan secara jernih sangat penting, karena pernikahan adalah untuk seumur hidup, dan bila gagal ada anak-anak yang akan jadi korban. Oleh karena itu diperlukan kedewasaan dalam menilai pasangan, agar dapat diantisipasi secara dini, dan jika terjadi perbedaan dapat dilakukan komunikasi secara efektif.

 

SUMBER :

http://edratna.wordpress.com/2006/12/20/kegunaan-5-cs/